Thursday, October 11, 2012

Apasih Hoax itu..??


Apasih Hoax


Lagi saya nulis lagi, karena saya masih jetlag, sudah jam 5 pagi waktu GMT tapi mata tidak terpejam.  Setelah ngonsep2 di note iphone saya, lumayanlah saya berbagi tulisan buat nemenin rekan2 yang lagi istirahat ngepam lebaran dan nemenin milis yang sedang sepi karena pada nunggu takbiran tiba..

Apasih Hoax itu? 

Saya tertarik nulis tentang hoax, karena khawatir ini menjadi gejala yang mewabah diantara para pengguna gadget. 

Hoax ini pada dasarnya adalah sama dg copas tanpa menyebut sumber. Hoax bisa saja menyebarkan berita yang seolah-olah benar, namun ternyata menyesatkan atau berita2 yang benar2 menyesatkan.

Nah jeleknya hoax itu ketika dia mulai disebarkan secara masif baik melalui mailing list (biasa disingkat dg millis) ataupun dengan BBM dg cara "sent to many" dan keluar di BBM kekita dengan warna ungu..

Si pengirim hoax entah sadar atau tidak sadar ternyata telah mngirimkan berita palsu dan bayangkan kalau ternyata dampaknya bisa merusak karakter pribadi seseorang ataupun kelompok, termasuk hoax tentang polisi..

Namun, jangan khawatir rekan2, ucapan selamat hari raya yg di copas dan sebarkan kembali, tidak termasuk dalam katagorisasi hoax..

Agaknya, hoax telah menjadi senjata baru, yang di dalamnya ada peran besar media massa; media massa, online, tv, radio, cetak, merupakan pelakon utama - penebar terampuh/efektif   hoax. Tanpa media-media tersebut, berita bohong itu tetap tak ada, tak membesar menjadi hoax.

Timbul pertanyaan, mengapa mereka lakukan hal-hal tersebut!? Mengapa sampai ada yang memblow up news yang bersumber dari ketidakbenaran, kemudian diolah begitu rupa sehingga menjadi sesuatu yang benar!?

Jawaban paling gampang dan cepat adalah, sang penebar hoax tersebut mencari sensasi. Tapi, agaknya tak sekedar sampai di situ, namun sang penebar tersebut ingin mencapai suatu agenda tertentu, misalnya keuntungan dan dukungan politik, perang, permusuhan, pertikaian antar kelompok, semangat dan dukungan yang membabi buta sehingga membela sang korban yang muncul atau tergambar dalam hoax dukungan tertentu dari orang-orang yang mempercayai hoax tersebut sebagai kebenaran, kemudian muncul amarah, ataupun kebencian kolektif lainnya..

Solusi agar tak termakan hoax!? Jika senang IT, maka gampang chek dan rechek, sehingga mendapat kebenaran. Tapi bagaimana dengan mereka yang jauh dari IT, ini yang bahaya, karena akan percaya pada kebohongan-kebohongan yang dilemparkan orang penebar hoax.

Nah salah satu alternatif solusi yang coba saya barikan adalah,, mhn berkenan tidak latah menyebarkan hoax, apabila kita sendiri tidak yakin akan kebenarannya..

Kini, tinggal satu lagi, yaitu adanya etika pemberitaan pada media massa. Hanya ini yang bisa menghapus hoax yang menyebar; tapi apakah mereka mau!? Apalagi, jika media-media tersebut adalah bagian dari penebar hoax, agar terjadi kerusuhan sosial.
Wah ….

Silahkan cermati beberapa contoh hoax dibawah ini;


No comments:

Post a Comment